Bawaslu Temukan Pelanggaran Kampanye di Pesawaran

Frans Agung Mula Putra

LAMPUNG - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Lampung menemukan pelanggaran kampanye oleh salah satu calon anggota legislatif, dalam sebuah acara yang digelar oleh institusi pemerintahan di Kabupaten Pesawaran.

Anggota Bawaslu Lampung, Fatikhatul Khoiriyah menyatakan, berdasarkan hasil temuan timnya, indikasi adanya kampanye yang melanggar aturan tersebut dilakukan oleh pejabat publik dalam sebuah acara serah terima jabatan camat di Kecamatan Kedondong Kabupaten Pesawaran.

"Acara serah terima tersebut berlangsung pada Rabu (8/1/2014) di Balai Adat Kecamatan Kedondong Kabupaten Pesawaran," jelas dia, Minggu (12/1/2014).

Menurut Fatikhatul, dalam acara serah terima jabatan tersebut, camat lama, camat baru, dan Staf Ahli Bidang Administrasi Pemkab Pesawaran menyebutkan tentang ajakan memilih calon anggota DPR tertentu saat membacakan pidato sambutannya.

"Mereka mengajak warga yang hadir untuk memilih Frans Agung Mula Putra, caleg DPR dari Partai Hanura nomor urut dua dari Lampung," kata dia, seperti dilansir iyaa.com.

Frans Agung adalah adik kandung dari Bupati Pesawaran saat ini Arisandi Darma Putra, dan Kabupaten Pesawaran merupakan salah satu wilayah daerah pemilihan caleg bersangkutan.

Kampanye yang tidak pada tempatnya itu saat ini menjadi objek kajian Bawaslu Lampung sebagai bentuk pelanggaran, dan melanggar Pasal 8 ayat 3 Undang Undang Nomor 8 Tahun 2012.

Selain itu, kegiatan tersebut juga melanggar pasal 278 tentang larangan PNS berkampanye dan pasal 103 tentang larangan bagi pemerintah semua tingkatan melakukan tindakan yang menguntungkan atau merugikan pelaksana kampanye pemilu, pada undang-undang yang sama.

"Kami sudah menyimpan rekaman video yang berisikan kegiatan kampanye terselubung tersebut sebagai barang bukti," kata Fatikhatul.

Dia mengingatkan kepada semua caleg agar melaksanakan kampanye sesuai aturan dan tidak melakukan hal yang melanggar, karena masyarakat kini sudah pintar.

"Mari bermain jujur, kami punya ribuan pengawas dan relawan, serta upaya tersebut justru memperburuk citra sebagai calon wakil rakyat," ujar Fatikhatul Khoiriyah.